Minggu, 31 Januari 2010

dendam nyi lele


kemarin sore aku ikut ngejenguk orang di kampung yang lagi sakit (emang gue orang apaan?).

aku nungguin temen2 di rumahnya Ningsih. tapi setelah nunggu sekian lama sambil mencak2 gara-gara pada ngaret, e..ternyata guenya yang telat! gue ditinggal! asem!

udah telat, sampe sana gue dibilang anaknya juragan pupuk, lagi! mentang2 namanya sama... T.T dan sampai pulang ke rumahpun aku masih ditemeni sama geledek.

tapi pas sampe rumah aku nggak "nggeledek" lagi pas liat bapak lagi 'mbetheti' ikan hasil tangkapan di kali. banyak, ikan nila. tapi yang paling nge-wow adalah ikan lele yang gede. gue masih nggak percaya ada ikan lele gede banget bisa hidup di kali.

emang seberapa gede?

emmm... seberapa ya?

kalo aku bilang segede ikan gurameh bakar dibumbuin pedas manis, ntar nggak ada yang bakalan percaya, malah pada ninggalin nih blog gue buat nyari ikan gurameh bakar beneran..

kalo aku bilang segede tanganku ntar dikira cuma segede ikan cupang (wow, tanganku indah berkilau dong! tapi bersirip... hiiy... nggak kebayang deh kalo aku pas lagi renang, tuh tangan gue bisa nglepasin diri dan renang ngejauhin gue. TIDAAAK...!!!)

pas mau ngebantai tuh lele bapak nanya: "nih ikan baiknya ikut dimasak juga nggak ya? ato dipiara?"

Topek, adekku yang ngaku-ngaku reinkarnasinya The Rev dengan jiwa pembantainya yang berkobar-kobar bilang "IYA!! IYA!! sini aku yang 'mbetheti'!"

tapi aku yang berjiwa penolong, dengan halo yang bersinar di atas kepalaku aku ngelarang.

"Jangan. jangan dibunuh. begini lho. ntar kalo kita nggak jadi ngebantai, nih ikan bakal tahu kalo kita baik hati. ntar dia bakalan berterimakasih, terus paginya di depan rumah kita bakalan ada sekotak emas!" kataku mendramatisir. bagus juga kalo kukirim ke pembuat sinetron fantasi. dapat royalti.

topek cuma ketawa sarkastik. asem. "betina apa jantan sih ini, Pak?"

"Betina.." kata bapak sambil mencet-mencet perut tuh ikan. tapi masak kalo betina ada benda yang bentuknya kayak titit? tapi tititnya kok kecil? tapi lumayan buat jadi rebuttal.

"dipiara aja. kan kasian. tuh liat aja. perutnya buncit. kalo dia lagi bunting gimana coba? kalo dia lagi mengandung bibit-bibit ikan lele yang lucu bagaimana, hayo? ntar kalo kamu makan, ntar tuh bayi lele bakalan menuntut balas! mereka nggak bakalan mau keluar dari perutmu dan jadi dewasa di situ! gimana hayo?! Ntar kalo jadi kayak di film ‘slither’ gimana hayo?"

dan gue malah dicuekin! asem kuadrat.

dan bener aja, belum setengah jam tuh lele dibeleh, tuh lele udah nantangin bapak.








Dan bapak-adik gue pun insap setelah si mami lele balas dendam. Telurnyapun diamankan.







Liat aja tuh telur lele. Saking kecil-kecilnya gue sampe nggak bisa ngitung jumlahnya. Kayaknya lebih dari dua belas deh.

Liat juga deh selaput pembungkusnya. Ada pembuluh darahnya. Berfungsi buat menyuplai darah dari induk ke telur (kayak fungsi tali pusar). Terus karena selaputnya sobek, (ambigu nih) bapak gue berinisiatif buat ngelapisin piring pake daun pisang. Kenapa?

Biar tuh telur2 yang nggak kena pembuluh darah tetep bisa dapet makan. Caranya?

Ntar tuh telur bakalan tau kalo emak mereka udah nggak ada. terus mereka bakalan beradaptasi secara fisiologis dengan cara mendifusikan cairan albumin mereka, nembus selulosa alias dinding selnya daun pisang, terus nyari tuh yang namanya kloroplas, dan ngedapetin amilum diantara stroma. (HAHAHA...!!! NGARANG BANGET!!!)

Kamis, 28 Januari 2010

what about tornado?

alright, It's my time to talk about a disaster.
and it's wrong if I'm going to talk about my voice!!!!

I'll have a greater topic to talk about, and it's a violent, dangerous, rotating column of air which is in contact with both the surface of the earth and a cumulonimbus cloud or, in rare cases, the base of a cumulus cloud called tornado.
I know we'll never find this in Indonesia, because there are only 'topan' and 'lesus' here. (I still don't understand how those two name of comedians can be called as a disaster...).

whoops, sorry.
alright... tornado, Fifi.. not 'topan' and 'lesus'...

okay, back to the topic,
I've taken some infos from the wikipedia that the most intense of all atmospheric phenomena, tornadoes come in many shapes and sizes but are typically in the form of a visible condensation funnel, whose narrow end touches the earth and is often encircled by a cloud of debris and dust. Most tornadoes have wind speeds between 40 mph (64 km/h) and 110 mph (177 km/h), are approximately 250 feet (75 m) across, and travel a few miles (several kilometers) before dissipating. The most extreme can attain wind speeds of more than 300 mph (480 km/h), stretch more than a mile (1.6 km) across, and stay on the ground for dozens of miles (more than 100 km).
and from this picture you can see how a tornado formed.First, the rotating cloud base lowers. This lowering becomes a funnel, which continues descending while winds build near the surface, kicking up dust and other debris. Finally, the visible funnel extends to the ground, and the tornado begins causing major damage. This tornado, near Dimmitt, Texas, was one of the best-observed violent tornadoes in history.

Various types of tornadoes include the landspout, multiple vortex tornado, and waterspout. Waterspouts have similar characteristics to tornadoes, characterized by a spiraling funnel-shaped wind current that form over bodies of water, connecting to large cumulus and thunderstorm clouds. Waterspouts are generally classified as non-supercellular tornadoes that develop over bodies of water.

These spiraling columns of air frequently develop in tropical areas close to the equator, and are less common at high latitudes.Other tornado-like phenomena which exist in nature include the gustnado, dust devil, fire whirls, and steam devil.
Tornadoes are detected through the use of Pulse-Doppler radar though the use of velocity data and reflectivity patterns such as a hook echo, as well as by the efforts of storm spotters. Tornadoes have been observed on every continent except Antarctica. However, the vast majority of tornadoes in the world occur in the Tornado Alley region of the United States, although they can occur nearly anywhere in North America. They also occasionally occur in south-central and eastern Asia, the Philippines, east-central South America, Southern Africa, northwestern and southeast Europe, western and southeastern Australia, and New Zealand.

There are several different scales for rating the strength of tornadoes. The Fujita scale rates tornadoes by damage caused, and has been replaced in some countries by the updated Enhanced Fujita Scale. An F0 or EF0 tornado, the weakest category, damages trees but not substantial structures. An F5 or EF5 tornado, the strongest category, rips buildings off their foundations and can deform large skyscrapers. The similar TORRO scale ranges from a T0 for extremely weak tornadoes to T11 for the most powerful known tornadoes. Doppler radar data, photogrammetry, and ground swirl patterns (cycloidal marks) may also be analyzed to determine intensity and award a rating.

clear?
not? hmm... alright, just watch this video and my explanation won't be useless. enjoy!



courtesy:youtube

Senin, 04 Januari 2010

mami. . . mami. . .

iya. . . iya, aku tau hari ibu udah lewat lama banget. . . tapi crita dikit gapapa kan? lgian aku mau curhat s0al mamiku yang banyak maunya ini. . .

C0nt0hnya pernah suatu hari mamiku lagi masak mi g0reng. Ga tau apa karena ada kc0a lewat mamiku triak2 manggil namaku (lah, emang aku kc0a apa?)
"fi, t0l0ng ambilin send0k. . !" (wek. . . Triaknya nggak nyambung amat!)
Aku yang baru ngumpulin nyawa ini maksain diri buat nemuin benda berwujud kayak send0k. Pas kukasihin tuh send0k, mamiku malah marah2.
"EMANG CENT0NG NASI SEGEDE INI BISA DIPAKE MAKAN, HAAA...?!"
jadilah aku disambit cent0ng layaknya sangkuriang. . .

Pernah juga suatu ketika mamiku minta diambilin sapu buat nyapu lantai dapur. Buat yang bl0m pernah masuk rumahku yang mewah(mepet sawah) pasti bl0m pernah liat ada dapur yang letaknya persis di belakang ruang tamu kan?
Udah pernah?
nggak. . Enggak, aku nggak ng0m0ngin rumah makan. . .
0ke,balik ke crita,
Karena did0r0ng 0leh keinginan luhur, supaya keadaan rumah jadi lebih ceria, maka Fibra Nuraeni mengambilkang ibu SAPU TANGAN
Tapi kayaknya niat yang baik itu cuma bertepuk sbelah tangan, s0alnya malah gue yang dilempar sapu beneran!

Kejadian juga tuh, pas mamiku mau masak sayur, mamiku minta t0l0ng aku ngambilin 'wajan gede'.
Apa yang bakal kamu bayangin s0al wajan gede kal0 mamiku punya wajan segede setir m0t0r. . Eh, setir m0bil, segede ban m0t0r sama segede ban k0ntainer? Pasti lebih gede yang ban k0ntainer kan? Ya gue kasiih deh tuh ban k0ntainer. . . Eh, maksutnya wajan segede ban k0ntainer!
Dan untuk yang ketiga kali, mami marah2. Nggak pake kata2, cuma mukulin gue pake tuh wajan.

Kal0 tuh kejadian terjadi dalam waktu dkat, pasti kpala gue udah benj0l bertingkat tiga kayak sinchan. . . !
Tapi itu semua emang karena ibuku yang banyak maunya apa akunya yang kelewat dudul sihh?!