Aku menutup mata seakan-akan malam telah menungguku.
Se0lah-0lah alam mimpi bersedia untuk kuselami.
Seperti aku akan bisa menemukannya saja.
Dan hujan badai membantuku.
Deru angin dan gelegar halilintar meninab0b0kanku.
Aku benar-benar ingin tidur.
Aku tidak yakin apakah aku pernah sebaik ini sebelumnya.
Aku bahkan lupa bagaimana anugrah itu menyapaku.
Entah adakah kenangan lain yang lebih menggetarkan hati dari itu.
Aku lupa!
Aku benar-benar lupa!
Dan sekarang apa lagi yang bisa mengingatkanku padanya?
Spanduk?
Kacang at0m?
Gempa?
Rasanya seperti dipeluk saat aku melihat mereka.
Aku bisa merasakannya,iya
Walaupun mengalamipun belum pernah.
Aku dipeluk 0leh bayangan hampa, bayangan yang wujudnyapun aku tak pernah tau.
Atau mungkin tak akan pernah tau?
Sudahlah, sekeras apapun alam mimpi tetap akan kutembus.
Akan tetap kuterjang meski keraguan membebani.
Bilakah bulan akan kutemukan dalam hujan badai kali ini?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar